Cybersex: Teknologi Dunia Menemukan Bumbu Sex
Posted in Uncategorized on April 11th, 2011 and

Sex menemukan kecanggihannya. Namun apapun alasannya, teknologi tidak bisa disalahkan sepenuhnya, sebagaimana globalisasi selalu memiliki penemu-penemu yang mengubah dunia dalam sekejap. Perkembangan internet membuat aktivitas orang-orang menjadi lebih mudah. Internet yang bersifat open source tersebut sering terkesan sebagai alat bebas akses. Ya, bebas untuk melakukan apa saja. Chatting, forum, browsing, social networks, online shopping, dan sebagainya.
Internet memang sangat fenomenal di Indonesia. Berawal dari MIRC, sebuah software chatting yang sering dipakai orang-orang, Yahoo Messenger yang meraja lela, Facebook yang mendunia, sampai kepada new media lainnya yang masuk menjadi kultur baru di Indonesia. Istilah cyberguy, cyberdude, dan cybergirl pun muncul untuk merepresentasikan seseorang yang gemar melakukan aktivitas di internet dan bersosialisasi di social networks dengan chatting, aktif di forum, dan sebagainya.
Segalanya bisa terjadi di dunia maya. Termasuk fenomena cybersex yang kini menjadi rahasia umum bagi orang-orang. Situs porno bisa dibilang biang keladinya. Dengan melihat gambar-gambar porno, seseorang cenderung memiliki keinginan untuk lebih mendalam menikmati hal-hal yang berbau pornografi dan pornoaksi. Dari sinilah terciptanya kegiatan cybersex yang menggabungkan unsur chatting, forum, webcam, serta konten pornografi dan pornoaksi.
Fenomena sosial ini memang tergolong kontroversi. Jika berbicara soal moral, kita tidak berhak menuduh ini adalah kesalahan orang-orang yang menciptakan internet. Semua berawal dari permintaan dan kebutuhan. Teknologi apapun yang ada di dunia ini lahir karena kebutuhan dan permintaan, tidak terkecuali cybersex. Itu semua kembali kepada orang masing-masing. Semua orang bertanggung jawab untuk dirinya masing-masing. Apapun yang kita lakukan, pasti ada resikonya. Termasuk cybersex.
Aktivitas cybersex ada beberapa macam jenisnya. Pertama, kita akan mengenal solo webcam. Ini biasanya dilakukan oleh orang yang bersangkutan, merekam aktivitas seksualnya melalui webcam, kamera, ataupun handycam, lalu diunggah ke dalam situs sehingga orang-orang bisa melihat rekamannya di sana. Kedua, kita sudah familiar dengan aktivitas real time interaction yang disebut juga dengan webcam sex. Dengan berinteraksi antara dua orang atau lebih, mereka saling menunjukkan aktivitas seksualnya sampai pada puncak klimaksnya. Ketiga, online porn, di mana kita bisa melihat gambar-gambar dan video porno serta membaca cerita erotis di website yang bersangkutan. Kegiatan-kegiatan semacam ini tidak mengherankan bisa membuat banyak orang kecanduan untuk melakukan hal seperti ini berulang kali dan menjadi hobi terselubung mereka. Lagi-lagi, internet memeluk semua kalangan tanpa pandang bulu. Mulai dari orang dewasa sampai anak-anak dapat mengakses cybersex dengan bebas di Indonesia. Kecanduan adalah ujung tombak dari kegiatan ini yang sangat berbahaya jika terjadi. Melakukan sesuatu yang berlebihan dan fanatik sangat tidak baik bagi individu, karena akan mempengaruhi kehidupannya dan lingkungan sekitar. Pemerkosaan, angka keperawanan yang menurun di Indonesia, penculikan, dan pembunuhan seperti mengkambinghitamkan cybersex seakan-akan menjadi salah satu faktor-faktor tersebut.
Jakarta, 10 April 2011
Oleh: Irfandy Hamzah, Putri Marissa, Natasha Fransiska, dan Zefanya Gloria.






